PURWAKARTA – Kebakaran lahan seluas kurang lebih lima hektare di kawasan Perhutani dan Gunung Panghegar, Kampung Cipetir, Desa Cilalawi, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan dan masyarakat, Kamis, 20 Agustus 2026.
Kebakaran diketahui sekitar pukul 12.15 WIB setelah seorang saksi melihat kepulan asap dan titik api di kawasan tersebut. Informasi itu kemudian segera disampaikan kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat.
Babinsa dan Bhabinkamtibmas langsung mendatangi lokasi serta melakukan pemadaman awal menggunakan peralatan seadanya. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah api meluas sembari menunggu bantuan petugas pemadam kebakaran.
Satu unit mobil pemadam kebakaran Kecamatan Plered tiba di lokasi sekitar pukul 12.30 WIB. Operasi pemadaman kemudian diperkuat dengan kedatangan satu unit mobil pemadam kebakaran Kabupaten Purwakarta pada pukul 13.30 WIB.
Berkat kerja sama TNI, Polri, petugas pemadam kebakaran, dan masyarakat, seluruh titik api berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.30 WIB. Pemantauan dilanjutkan hingga pukul 15.00 WIB untuk mencegah api kembali menyala dan mengantisipasi perambatan menuju jalur Kereta Cepat Indonesia–China (KCIC).
Komandan Korem 063/Sunan Gunung Jati Kolonel Inf Hista Soleh Harahap, S.I.P., M.I.P., M.Han., menekankan pentingnya penanganan cepat dan terkoordinasi, terutama pada musim kemarau. “Yang paling utama adalah memastikan api segera dipadamkan, mencegah meluasnya kebakaran, serta memantau titik-titik yang berpotensi kembali terbakar. Sinergi seluruh unsur di lapangan menjadi kunci dalam penanganan kejadian seperti ini, ” ujarnya.
Berdasarkan pemeriksaan awal di lapangan, kebakaran diduga dipicu aktivitas pembukaan lahan untuk rencana penanaman singkong. Aparat terkait masih mendalami kejadian tersebut dan melakukan penanganan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami mengimbau masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Tindakan tersebut berisiko memicu kebakaran yang lebih luas serta membahayakan lingkungan dan fasilitas umum di sekitarnya, ” kata Hista.
Penanganan cepat dan pemantauan lanjutan dilakukan untuk memastikan kawasan tetap aman dari kemungkinan munculnya titik api baru. Masyarakat juga diharapkan meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan setiap tanda kebakaran kepada aparat atau petugas terkait. (PERS)

Edi M.